Saya mencoba menuliskan
resep ini setelah sebelumnya seorang kawan menanyakan resep nasi tim a la
keluarga kami. Hadera sudah menikmati nasi tim sejenis ini di usianya yang
ketujuh bulan. Sebulan sebelumnya, ia mencicipi berbagai varian rasa untuk
bahan makanan bubur timnya kelak. Saya membuatkan puree pir, puree apel, bubur
susu, bubur wortel, bubur labu parang, dan sejenisnya sehingga saat ia tujuh
bulan, Hadera sudah siap dengan variasi nasi tim yang dicampur-campur dengan
berbagai bahan.
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Mei 2013
Selasa, 16 April 2013
Rahasia
Suatu ketika di pertengahan tahun 2010, sebelum putra kedua saya lahir, saya sempat berkunjung ke kota tempat saya dibesarkan, yaitu di Samarinda, untuk menyelesaikan riset skripsi saya. Dan pada saat itulah saya pertama kali bertemu dengan kedua orang tua sederhana ini.
Sebelum bersua dengan mereka, saya sudah kagum dengan mereka. Mereka mungkin bukan siapa-siapa yang namanya akan Anda temukan di majalah nasional atau koran daerah manapun. Anda mungkin dapat bertemu dengan mereka dan melalui mereka begitu saja. Yang membuat saya diam-diam mengagumi mereka adalah karena dari merekalah bisa lahir anak-anak cerdas berprestasi yang saya kenal. Dan begitulah awal perbincangan saya, saya menanyakan kepada Ibu apa rahasia mereka bisa membesarkan anak-anak yang pintar. Ibu, dengan tersenyum sopan, menjawab kepada saya. Tidak ada rahasia apa-apa nak, pada saat waktunya mereka bermain, saya biarkan mereka bermain. Pada saat waktunya belajar, mereka akan belajar. Jawaban Ibu tersebut membuat saya tercenung, dan mungkin akan mempengaruhi cara saya membesarkan anak-anak saya kelak.
Sebelum bersua dengan mereka, saya sudah kagum dengan mereka. Mereka mungkin bukan siapa-siapa yang namanya akan Anda temukan di majalah nasional atau koran daerah manapun. Anda mungkin dapat bertemu dengan mereka dan melalui mereka begitu saja. Yang membuat saya diam-diam mengagumi mereka adalah karena dari merekalah bisa lahir anak-anak cerdas berprestasi yang saya kenal. Dan begitulah awal perbincangan saya, saya menanyakan kepada Ibu apa rahasia mereka bisa membesarkan anak-anak yang pintar. Ibu, dengan tersenyum sopan, menjawab kepada saya. Tidak ada rahasia apa-apa nak, pada saat waktunya mereka bermain, saya biarkan mereka bermain. Pada saat waktunya belajar, mereka akan belajar. Jawaban Ibu tersebut membuat saya tercenung, dan mungkin akan mempengaruhi cara saya membesarkan anak-anak saya kelak.
Langganan:
Komentar (Atom)